Dilema Sebuah Niqob (Cadar)


Entah mengapa dari sekian banyak draf, tulisan inilah yang akhirnya muncul ke permukaan. Tapi sebelum melangkah lebih jauh, saya akan memberikan beberapa klarifikasi mengenai tulisan ini.

  1. Tulisan ini tidak hendak menyinggung golongan apapun. Jikalau terdapat kata-kata yang menyinggung di dalam tulisan ini saya mohon maaf sebesar-besarnya. In syaa Allah niat saya dari awal hingga akhir memang tidak ingin menyinggung siapapun.
  2. Yang pasti, tulisan ini adalah murni pendapat saya, sehingga jika ada perbedaan pendapat maka itu adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Kolom komentar terbuka bagi siapapun yang ingin berkomentar, asalkan tetap menjunjung sopan santun dalam bertutur. Terima kasih.

Lanjutkan membaca “Dilema Sebuah Niqob (Cadar)”

ばか!Mafia-mafia Itu Sukses Membuatku Menjadi Orang Bodoh


ばか! ばか! ばか!” (Baka! Baka! Baka!)

Rasa kesal begitu menjalar di sekujur tubuh. Siang itu aku terus menerus memaki diri sendiri dengan kata-kata “baka” yang artinya “bodoh”. Sebenarnya diriku sempat enggan bercerita tentang hal ini. Karena seakan-akan aku sedang mengumbar kebodohanku sendiri. Tapi sejak membaca kisah temanku yang satu ini, aku berjanji untuk bercerita tentang hal yang tidak jauh berbeda dengan apa yang ditulis temanku di sana.

Lanjutkan membaca “ばか!Mafia-mafia Itu Sukses Membuatku Menjadi Orang Bodoh”

Faktor Internal Penghambat (Selesainya) Skripsi



Hiya!! Jika diingat-ingat lagi mungkin sudah empat bulan lebih saya menghilang dari skripsi [1]. “Alasannya” sangat beragam, tapi itu sangat memalukan jika kita selalu mengambinghitamkan faktor eksternal atas kegagalan yang kita alami. Jadi yang akan saya tulis di sini hanyalah faktor-faktor penghambat dari internal. Meskipun ya itu juga bisa disebut “mencari-cari alasan” sih. Tak apalah, tetap akan saya tulis agar bisa jadi kenangan di masa depan saat sukses nanti.. (#aamiin) Lagi pula barangkali tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi orang lain (berbagi pengalaman)..

Lanjutkan membaca “Faktor Internal Penghambat (Selesainya) Skripsi”

Kabuki, Saudagar, dan Samurai


Setelah saya membaca novel serial “Seikei Konoike” yang berjudul “The Ghost in the Tokaido Inn”[1] karya Dorothy dan Thomas Hoobler, saya menjadi tertarik terhadap “kabuki”, “saudagar”, dan “samurai”. Saya ingin membahas tiga hal tersebut menurut perspektif saya. Jadi jangan marah jika kita tidak sepaham. Sebelumnya saya juga minta maaf jika artikel ini tidak sesuai harapan pembaca yang sedang mencari tahu literatur sejarah maupun budaya ketiga hal tersebut. 😀

Lanjutkan membaca “Kabuki, Saudagar, dan Samurai”

Tak Selamanya Dongeng atau Mendongeng Itu Baik


Mungkin beberapa dari Anda tidak setuju dengan judul tulisan ini. Menurutku itu tidak masalah, semua orang memiliki pandangan masing-masing. Jika Anda masih ingin membaca ulasan mengapa saya katakan “Tak selamanya dongeng atau mendongeng itu baik”, saya ucapkan selamat membaca! 😀 Lanjutkan membaca “Tak Selamanya Dongeng atau Mendongeng Itu Baik”

Kisah (Nyata) tentang Mereka yang Terbuang


Kisah ini ditulis berdasarkan cerita pengalaman teman, Azfar Reza Muqafa, dalam mabit ikhwan Birena, 22 Maret 2014.

~∧ ∧~

ali_011Hmm.. Mulai dari mana ya??

Oke, bismillahirrahmanirrahim..

Kisah ini diawali pada hari Ahad sore (atau malam??), 16 Maret 2014. Sayang sekali saya lupa di mana lokasi tepatnya kisah ini terjadi, hehe.. Saat itu sang tokoh utama__sebut saja Reza__sedang menaiki angkot menuju rumahnya. Seperti biasa kemacetan melanda sepanjang Jalan Raya Darmaga sore itu. Tak jauh dari tempat angkotnya tertahan (macet), tampak segerombolan anak jalanan terlihat panik. Sesuatu yang gawat sepertinya sedang terjadi. Lanjutkan membaca “Kisah (Nyata) tentang Mereka yang Terbuang”